Dua Penyakit Penyebab Kebutaan


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: aao.org

Katarak dan glaukoma merupakan bagian alami dari proses penuaan. Keduanya merupakan penyebab kebutaan pada orang-orang yang berusia di atas usia 60 tahun. Lantas apa yang membedakan antara katarak dan glaukoma?

Katarak adalah sebuah kondisi di mana lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya. Gejala yang dirasakan oleh penderita katarak adalah penglihatan yang berkabut, silau bila terkena cahaya dan kesulitan untuk melihat di malam hari.

Sedangkan glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur tanpa disertai gejala apa pun. Biasanya, kehilangan penglihatan disebabkan oleh kerusakan saraf optik.

Jelas bahwa antara mata katarak dan glaukoma bisa menjadi kondisi serius yang menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan. Namun, sebenarnya pengobatan katarak bisa dilakukan melalui operasi. Sebaliknya, hilangnya penglihatan yang disebabkan oleh glaukoma, maka tidak dapat disembuhkan kembali.
More aboutDua Penyakit Penyebab Kebutaan

Nasi Memicu Terjadinya Katarak?


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: medicmagic.net

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Investigative Ophthalmology & Visual Science, peneliti Australia menemukan bahwa makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak. Uji coba yang dilakukan terhadap kebiasaan pola makan lebih dari 1.600 orang dewasa menunjukkan individu yang mengonsumsi karbohidrat di atas 25 persen memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami mata katarak.

Penelitian lain yang dilakukan di Nurses Health mengamati 417 wanita berusia 53 hingga 73 tahun. Mereka yang mengonsumsi lebih dari 200 gram karbohidrat sehari-hari memiliki 2,46 kali lebih mungkin mengembangkan katarak kortikal dibandingkan wanita yang hanya memakan kurang dari 180 gram karbohidrat.

Kedua penelitian menunjukkan adanya hubungan antara indeks glisemik makanan dan kekeruhan lensa mata. Peneliti berasumsi bahwa peningkatan jumlah glukosa (hasil dari karbohidrat yang sudah dipecahkan) yang didistribusikan ke seluruh tubuh dapat merusak lensa mata.

Dengan mengurangi asupan karbohidrat yang tinggi indeks glikemiknya, Anda dapat mengurangi  risiko katarak. Sebab, orang dewasa dan anak-anak direkomendasikan hanya mengasup 130 gram karbohidrat per hari.
More aboutNasi Memicu Terjadinya Katarak?

Powerbank Bisa Jumper Aki Mobil


Powerbank Bisa Jumper Aki Mobil
(foto: mikeshouts.com)
Kalau umumnya battery pack yang beredar di pasaran berukuran sangat besar, kini ada produk terbaru yang jauh lebih kecil dan serba guna. Namanya, Jumpr. Uniknya, ini merupakan powerbank yang sejatinya diperuntukkan mengisi baterai kamera digital, smartphone, maupun gadget lainnya.

Ukurannya benar-benar kecil dan bahkan bisa dimasukkan ke dalam saku. Jumpr memiliki bodi yang cukup langsing, dengan berat 7 ons dan panjang 5,5 inci.

Lebih jauh lagi, powerbank ini juga dilengkapi dengan kabel jumping khusus untuk men-jumper aki mobil yang mati atau soak. Kapasitas baterai Jumpr sebesar 12 volt dengan output 150-300. Namun begitu, tak semua jenis aki mobil yang kompatibel dengan piranti ini. Produk ini hanya dapat menghidupkan kebanyakan aki yang terdapat pada mesin mobil empat dan enam silinder.

Selain itu, Jumpr juga dilengkapi dengan lampu senter LED yang dapat menerangi jalan di kegelapan jalan. Untuk isi ulang daya, Anda dapat mengisinya melalui cigarette power port yang ada di kabin mobil atau juga micro USB. Dikabarkan piranti inovatif ini akan memiliki banderol sebesar 88,99 US Dollar atau sekitar satu jutaan rupiah.








(sumber: liputan6.com)

More aboutPowerbank Bisa Jumper Aki Mobil

Gula Darah Tinggi Picu Katarak


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: primesight.net

Jika Anda memiliki diabetes, pastikan Anda selalu rutin mengunjungi dokter mata untuk melakukan pengecekan reguler. Pasalnya, gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan penglihatan. Bahkan, diabetes menjadi penyebab kebutaaan utama pada orang dewasa berusia 20-74 tahun.

Diabetes merupakan salah satu pemicu munculnya katarak. Meskipun hingga kini belum diketahui alasannya, penderita diabetes melitus memiliki risiko 60 persen lebih tinggi mengembangkan katarak lebih dini.

Tingkat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata membengkak, sehingga mengubah kemampuan mata untuk melihat. Selain itu, diabetes dalam jangka panjang dapat menyebabkan lensa mata lebih cepat berawan, yang memicu mata katarak.

Meskipun begitu, mata katarak pada penderita diabetes dapat dicegah dengan menjaga tingkat gula darah. Seimbangkan dengan mengontrol tingkat kolesterol dan tekanan darah yang merupakan penyebab diabetes, berhenti merokok, melakukan pengecekan mata rutin dan dokter yang menangani diabetes Anda.
More aboutGula Darah Tinggi Picu Katarak

Apakah Saya Berisiko Mengalami Katarak?


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: medicinenet.com

Umumnya, mata katarak berkembang sebagai bagian proses penuaan. Sekitar 70 persen orang-orang yang berusia 70 tahun ke atas mengalami mata katarak. Bertambahnya usia menyebabkan lensa mata menjadi kurang fleksibel dan meningkatkan risiko penumpukan protein yang menjadi pandangan kabur.

Komposisi lensa mata sebagian besar terbuat dari air dan protein. Penggunaan protein ini diatur agar lensa mata tetap bersih dan memungkinkan cahaya melewatinya. Namun seiring menua, sebagian protein dapat mengumpul dan membentuk awan di lensa. Inilah yang disebut mata katarak.

Tak ada yang tahu pasti mengapa lensa mata berubah seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, setiap orang sebenarnya berisiko mengalami katarak. Selain usia lanjut, faktor risiko katarak juga mengincar orang-orang yang terpapar radiasi ultraviolet dalam waktu lama, diabetes, hipertensi, obesitas, merokok, pengonsumsian obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, cidera mata, operasi mata, merokok, obesitas, konsumsi alkohol, dan riwayat keluarga.
More aboutApakah Saya Berisiko Mengalami Katarak?

Waspadai Penyebab Katarak pada Anak


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: stantonoptical.com

Banyak orang yang berharap anak-anak mereka terlahir sempurna. Namun, katarak pada bayi (katarak kongenital = bawaan) memang penyakit yang jarang ditemukan, atau hanya 0,4 persen dari kelahiran hidup. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi, padahal mata katarak merupakan penyakit orang tua?

1. Idiopatik. Ada beberapa anak yang terlahir dengan mata katarak tanpa ditemukan penyebabnya. Oleh karena itu, mereka digolongkan anak dengan mata katarak akibat masalah genetik atau warisan.

2. Infeksi selama kehamilan. Rubella (campak Jerman), Varicella (cacar), Herpes Simplex (virus), Cytomegalovirus  dan Toksoplasmosis adalah infeksi yang kerap dialami ibu hamil, dan terkadang menjadi penyebab anak mengalami mata katarak.

3. Prematur. Katarak kadang-kadang berkembang pada mata yang memiliki retina rusak akibat retinopati prematuritas, yang akhirnya mempengaruhi kondisi mata bayi.

Pengobatan katarak pada bayi sama dengan pengobatan katarak pada orang dewasa. Karena, hingga saat ini katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Oleh karena itu, ibu harus perhatian terhadap anaknya. Soalnya di jaman modern ini, banyak ibu yang bekerja sehingga kurang mengetahui kondisi anaknya. Sebagaian besar dari mereka, mengetahui kekurangan anaknya justru dari  orangtua, saudara atau tetangganya.
More aboutWaspadai Penyebab Katarak pada Anak

5 Penyebab Pandangan Kabur


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: ohioeye.com

Jika Anda belum mengetahuinya, ternyata ada banyak sekali penyebab kaburnya penglihatan Anda. Salah satunya karena penyakit-penyakit mata di bawah ini.

1. Degenerasi Makula / Age-Related Macular Degeneration (AMD) sering kali dialami oleh mereka yang sudah berusia di atas 60 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh bagian mata yang bertanggung jawab untuk menajamkan penglihatan, yaitu makula (pusat dari retina), mengalami kerusakan yang mengakibatkan penderita mengalami kesulitan untuk melihat.

Ada dua tipe AMD, yaitu kering dan basah. AMD basah disebabkan oleh perkembangan pembuluh darah yang tidak normal di bawah retina. Sementara, AMD kering terjadi ketika sel-sel sensitif terhadap cahaya pada makula perlahan-lahan menjadi rusak dan menghilang. Kebanyakan penderita degenerasi makula mengalami AMD kering.

2. Diabetic Retinopathy. Salah satu komplikasi diabetes bisa menyebabkan kebutaan, atau biasa disebut dengan istilah diabetic retinopathy. Kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh dapat merusak retina, sehingga menyebabkan penglihatan kabur.

3. Glaukoma. Tanda disadari, glaukoma bisa menyerang siapa pun tanpa menunjukkan gejala apapun. Saat ini, glaukoma menjadi penyebab kebutaan terbanyak kedua yang dialami penduduk dunia.

4. Katarak. Terjadinya mata katarak bisa dilihat dengan kasat mata. Bagian lensa mata yang memutih dan pandangan kabur memutih menjadi gejalanya. Pengobatan katarak kini banyak ditawarkan rumah sakit mata tanpa harus menunggu lensa mata berubah memutih semua. Pengobatan katarak ini juga efisien dan cepat.

5. Retinitis Pigmentosa adalah sebuah kondisi di mana retina mata mengalami penurunan fungsi, sehingga mempengaruhi penglihatan di malam hari dan penurunan penglihatan. Penderita retinitis pigmentosa umumnya adalah anak kecil karena masalah keturunan dari salah satu atau kedua orangtuanya.
More about5 Penyebab Pandangan Kabur

4 Cara Hindari Katarak


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: eyecalcs.com

Pepatah mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sama seperti katarak, lebih baik kita mencegahnya dibandingkan harus mengeluarkan biaya mahal untuk pengobatan katarak. Supaya hal ini tidak terjadi, cari tahu bagaimana melindungi indera penglihatan Anda dari bahaya mata katarak.

1. Berhenti Merokok
Merokok merupakan faktor risiko yang mempercepat perkembangan katarak. Semua racun berbahaya dalam rokok akan masuk ke seluruh bagian tubuh dan menyebarkan bahaya oksidatif ke lensa mata dan bagian lain di mata. Oleh karena itu, berhenti merokok mampu menurunkan 20 persen risiko mata katarak.

2. Menghindari kontak langsung dengan sinar UV
Sinar ultraviolet diduga mengganggu lingkungan lensa mata karena ketika mata terpapar sinar UV secara langsung akan menyebabkan peningkatan suhu lensa. Tak hanya itu, sinar UV juga dapat menyebabkan kerusakan pada retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia. Jadi jangan lupa untuk menggunakan topi dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Perbaiki pola makan
Bahaya radikal bebas dan stres oksidatif dapat yang berasal dari polusi, asap rokok, paparan sinar matahari, konsumsi makanan tidak sehat, dapat diatasi dengan memakan makanan kaya antioksidan. Seperti, vitamin A (wortel, pepaya, aprikot), vitamin C (buah beri, tomat, jeruk), vitamin E (sayuran hijau, alpukat), zinc ( roti gandum, telur, kacang), lutein (kol, bayam, brokoli), zeaxanthin (timun, minyak sayur).

4. Hindari cidera sekitar mata
Melindungi mata dari trauma eksternal akan membantu menjaga kesehatan mata. Ketika terjadi cidera di mata, maka lensa bisa menjadi keruh. Makanya, gunakanlah kacamata pelindung, seperti saat berolahraga, bekerja dengan mesin atau menggunakan sabuk pengaman saat berkendara.
More about4 Cara Hindari Katarak

Nutrisi dan Katarak


Sumber: prwg.co.uk


Anda yang mengonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran dapat menjaga kesehatan mata. Pada gilirannya, Anda bisa terbebas dari kebutaan akibat mata katarak di masa tua.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dianggap ampuh melawan perkembangan katarak. The American Optometric Association (AOA) melaporkan, vitamin C dapat memperlambat perkembangan mata katarak. Pria disarankan mengonsumsi sekurangnya 90 mg vitamin C setiap hari, sementara wanita memerlukan 75 mg per hari. Bagi perokok, Anda diwajibnya mendapatkan tambahan 35 mg vitamin C per hari. Brokoli, jeruk, stroberi, tomat, melon, pepaya dan paprika hijau merupakan sumber vitamin C yang baik.

Jangan lupa untuk meningkatkan pengonsumsian makanan yang kaya carotenoid. Antioksidan ini banyak dijumpai dalam buah dan sayuran berwarna merah atau oranye. Menurut hasil penelitian di Beth Israel Deaconess Hospital di Boston, semakin tinggi seseorang mengonsumsi beta karoten (jenis dari caretenoid), maka semakin rendah terkena mata katarak dan penyakit mata lainnya. Carotenoid dapat dijumpai dalam wortel, tomat, labu dan persik.

Konsumsilah makanan-makanan bernutrisi untuk menjaga kesehatan mata. Pengobatan katarak jauh lebih mahal dibandingkan pencegahannya.
More aboutNutrisi dan Katarak

Tips Menjaga Performa Mesin Diesel Mobil


Tips Menjaga Performa Mesin Diesel Mobil
(foto: motoroids.com)
Mesin diesel kerap digunakan pada bus kota, truk, dan atau kereta dikarenakan karakter mesin diesel yang tangguh dan tahan lama dengan perawatannya yang mudah. Penyempurnaan telah dilakukan pada mesin diesel masa kini seperti pengurangan getaran, suara mesin, emisi gas buang, hingga pemasangan Turbocharger yang dapat menghasilkan tenaga optimal.

Akan tetapi, masih banyak yang menganggap biaya perbaikan mesin diesel lebih mahal daripada mesin non-diesel. Meskipun sebenarnya hal tersebut dapat dihindari dengan melakukan perawatan yang benar. Berikut tips singkatnya:

  1. Lakukan proses pemanasan mesin sebelum melakukan aktivitas berkendara, agar mendapatkan temperatur kerja mesin yang optimal.
  2. Gunakan solar yang berkuallitas dengan level sulfur rendah. Sebab penggunaan solar dengan kadar sulfur terlalu tinggi dapat menimbulkan penyumbatan pada saluran valve common rail, yang bila terjadi bisa berimbas pada matinya mesin secara mendadak.
  3. Hindari mematikan mesin secara langsung, terutama mesin diesel yang sudah menggunakan Turbocharger. Disarankan menunggu sekitar 3 menit sebelum mematikan mesin.
  4. Bersihkan saringan udara dan ganti secara rutin. Sebab bila dibiarkan lama maka kotoran akan masuk ke dalam ruang pembakaran mesin yang dapat mempercepat keausan komponen yang bergesekan. 
  5. Ganti oli secara rutin dan ganti pula saringan oli setelah 10.000 km.
  6. Ganti saringan solar setiap 15.000 km untuk meminimalisir masuk dan menumpuknya kotoran di dalam mesin. Dan terakhir yang perlu diingat adalah untuk tidak membiarkan tangki solar dalam keadaan hampir kosong.





(sumber: acc.co.id)



More aboutTips Menjaga Performa Mesin Diesel Mobil

Mesin Berisik Setelah Ganti Oli?


Mesin Berisik Setelah Ganti Oli?
(foto: enoanderson.com)

Normalnya, setelah oli diganti suara maka mesin motor akan menjadi lebih halus karena kondisi oli yang memang masih baru. Lalu, bagaimana bila setelah mengganti oli suara mesin malah justru semakin berisik?

Biasanya suara mesin yang berisik setelah penggantian oli disebabkan oleh oli pada batang penekan rantai keteng yang berkurang. Oleh karenanya, pada saat mesin motor dihidupkan, batang penekan rantai keteng dan pegas penekan bersinggungan. 

Untuk menghilangkan suara berisik ini, Anda bisa menambah oli ke batang penekan, dengan membuka terlebih dulu baut cincin washer, lalu masukkan oli 1-2 cc ke dalam ruangan tersebut.

Bila suara berisik pada mesin masih belum hilang, Anda bisa buka baut mesin washer dalam keadaan mesin hidup, lalu tutup kembali. Hal ini bertujuan untuk menghabiskan atau mengeluarkan angin yang terjebak dalam batang penekan.






(sumber: otosia.com)

More aboutMesin Berisik Setelah Ganti Oli?

Jangan Sembarangan Matikan Mesin Mobil


Jangan Sembarangan Matikan Mesin Mobil
(foto: byronfields.com)
Servis rutin dan atau cara Anda berkendara akan menentukan kondisi mesin mobil Anda. Selain itu, ada beberapa perlakuan sederhana yang juga kadang luput Anda perhatikan; mematikan mesin. Kerap kali pengendara mematikan mobil ketika putaran mesin masih tinggi, yang memicu terjadinya kerusakan pada mesin mobil.

Hal tersebut bisa terjadi, sebab mesin yang masih berada dalam putaran tinggi memerlukan pelumas. Jika Anda mematikan mesin dengan cepat, kompresi pelumas yang masuk akan menurun secara drastis, atau dengan kata lain mesin akan kehilangan pelumas. Alhasil mesin akan cepat aus atau bahkan rusak. 

Singkatnya, ketika temperatur mesin tengah tinggi dan komponen masih mengembang, maka langkah mematikan langsung mesin akan merusak dinding silinder.

Oleh karenanya, untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya Anda tunggu sejenak hingga mesin berada dalam kondisi normal (idle) sebelum mematikan mesin (putar kontak pada posisi off). Hal ini perlu dilakukan tidak hanya untuk menghindari kerusakan mobil, melainkan juga akan menjaga performa kendaraan Anda.



 


(sumber: otosia.com)

More aboutJangan Sembarangan Matikan Mesin Mobil