The Ice Man yang Telah Meleleh (III)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: telegraph.co.uk

Di tahun keduanya bersama McLaren, Kimi semakin menjadi pembalap yang menunjukkan dirinya bahwa dia memang layak untuk disebut sebagai pembalap sejati. Dia berhasil menjadi Runner Up di bawah Michael Schumacher. Selisih nilai yang didapati Kimi dan Schumacher pun hanya 2 poin yang menjadikan dia sebagai salah satu pembalap yang diminati oleh Ferrari di tengah gaung Schumacher yang akan pensiun.

Di tahun prestasinya menurun drastis, sementara Scuderia Ferrari semakin banyak menjuarai GP dan mengantar Schumacher untuk menjadi juara ketujuh kalinya. Namun, di tahun berikutnya The Ice Man kembali ke posisi yang diharapkan, yakni mampu memberikan persaingan yang ketat dengan Schumacher.  Ini pula yang membuat Jean Todt, bos Ferrari, semakin ingin meminang Kimi sebagai pembalapnya. Namun, sayang, Todt masih menghargai Schumacher untuk menjadi pembalapnya dan menghormatinya sehingga keinginan itu ditundanya hingga Schumacher memutuskan untuk pensiun di tahun 2006.

Tahun 2007 menjadi kesempatan emas yang ditorehkan oleh Todt dan Kimi setelah Schumacher memutuskan untuk pensiun. Ini pula yang dinantikan oleh Kimi selama ini: menjadi juara dunia bersama Ferrari. Keinginan itu pun terwujud penuh dengan keberhasilan di tahun pertamanya bersama Ferrari. Dia menunjukkan performa yang luar biasa. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena di tahun berikutnya dia hanya berhasil berada di posisi ketiga dan tahun berikutnya dia pun keluar dari dunia Formula One.
More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (III)

The Ice Man yang Telah Meleleh (II)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: automobilsport.com
Sauber menemukan bakat yang dimiliki oleh Kimi untuk menjadi seorang pembalap begitu besar. Untuk itu, di tahun 2001, Sauber memutuskan agar Kimi bergabung bersamanya untuk menjajal kekuatan mobil balap yang diimpikan setiap orang yang menyukai ajang balap, Formula One. Ini merupakan kesempatan yang begitu langka yang didapatinya sebagai seorang pembalap profesional.

GP Australia menjadi bukti yang kuat baginya untuk menunjukkan performanya. Tidak ada yang pernah menyangka jika dia berhasil mendapatkan poin di sana meskipun dia bukanlah seorang pembalap yang diunggulkan. Itu pula yang dilirik oleh bos McLaren, Ron Dennis, bahwa Kimi bisa besar bersama timnya kelak. Dengan alasan itulah, Kimi ditarik ke McLaren untuk mendulang prestasi yang lebih jauh lagi.

Kimi memang bukanlah pembalap yang spesial, tetapi kemampuannya dalam setiap balapan menjadi hal yang patut dipuji. Mengawali kariernya di McLaren bersama sang juara dunia, Mika Hakkinen, Kimi menjadi belajar banyak mengenai dunia balap yang sesungguhnya. Di sini, dia bermitra dengan David Coulthard yang kelak menjadi musuh bebuyutannya dalam setiap balapan yang dilakoninya.
More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (II)

The Ice Man yang Telah Meleleh (I)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: theguardian.co.uk

Namanya melambung dengan menjadi juara dunia di tahun 2007. Dia juga menjadi rival yang begitu kuat bagi Michael Schumacher. Namanya memang sempat digadang-gadang menjadi pengganti sang juara dunia tujuh kali tersebut, tetapi Jean Todt menyatakan Ferrari tetap akan berbeda tanpa adanya Michael Schumacher. Butuh sembilan musim untuk dia menjadi salah satu pembalap terbaik dalam ajang jet darat tesebut.

Namanya adalah Kimi Raikkonen. Namun dia mendapat julukan sebagai The Ice Man karena dia dikenal sebagai sosok yang dingin oleh bos McLaren di masa itu, Ron Dennis. Namun, sebenarnya dia bukanlah sedingin yang orang-orang kira. Justru sebaliknya, Kimi begitu berapi-api saat perlombaan.

Mengawali kariernya sebagai seorang pembalap karting nasional di tahun 1999. Kariernya semakin melonjak dengan berbagai kesempatan di mana dia bisa merasakan kekuatan mobil balap. Dia pernah membalap dalam ajang British Renault Championship, sebuah ajang balap yang akhirnya mempertemukan dirinya dengan Felipe Massa, rekan kerjanya di Ferrari kelak.


More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (I)

Tak Ada Kata Menyerah untuk Vettel

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Sumber: f1fanatic.co.uk

Gagal naik ke podium saat berada di GP Austria dua pekan yang lalu tidak membuat Sebastian Vettel menjadi gentar. Pembalap asal Scuderia Ferrari ini percaya bahwa dirinya masih bisa untuk mendulang kesuksesan seperti yang dia raih saat berada di Sepang, Malaysia.

Dalam balapan terakhir digelar, Vettel hanya berhasil berada di P4, sementara duo Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton sudah berbagi tempat di posisi pertama dan kedua. Hal ini juga yang dibutuhkan oleh pembalap asal Jerman itu untuk mendulang kesuksesannya dalam persaingan mengejar gelar juara dunia di musim ini.

GP Inggris yang akan digelar pada akhir pekan ini akan menjadi pembuktian bagaimana Vettel unjuk kemampuannya dalam mengendalikan jet darat tersebut. Saat ini Vettel berada pada posisi ketiga klasemen dengan selisih nilai yang cukup jauh dari Rosberg dan Hamilton.
More aboutTak Ada Kata Menyerah untuk Vettel

Vettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (IV)

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: bbc.co.uk

Tahun berikutnya, dia pindah ke Red Bull. Di sini kariernya semakin gemilang dengan berbagai gelar juara yang dia torehkan, termasuk juara dunia empat kali. Meskipun mengawali kariernya bersama Red Bull dengan tidak baik, tetapi apa yang ditunjukkan olehnya dengan menjadi Runner Up dunia telah memberikan hal yang berbeda, yakni pembalap yang sulit untuk digantikan siapa pun dengan usia yang masih belia.

Namun, tahun 2014 bukanlah tahun yang baik untuk seorang Sebastian Vettel. Yang terjadi malah dia gagal untuk meraih berbagai macam gelar dan merelakan gelar juara yang selama ini berusaha untuk dipertahankannya kepada Lewis Hamilton. Itu pula yang membuatnya hengkang dari Red Bull dan beralih ke tim balap yang pernah diimpikannya, Ferrari.

Tahun 2015, dia mengawali kariernya dengan gemilang bersama Ferrari. Namun, dominasi Mercedes masih begitu besar yang menyebabkan dia sulit untuk bertempur dengan tim balap tersebut meski hingga saat ini dia masih menjadi unggulan tim kuda jingkrak tersebut bersama dengan Kimi Raikkonen. Kini, Ferrari masih menunggu kesempatan yang baik baginya untuk mengulang kemenangan bersama pabrikan mobil balap asal Italia tersebut.
More aboutVettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (IV)

Vettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (III)

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: imagefriend.com


Dengan menggantikan Robert Kubica, justru kariernya semakin melejit dengan keberhasilannya mencetak rekor sebagai pembalap termuda yang mendapatkan poin dalam ajang balap Formula One. Namun, bukan hanya rekor yang luar biasa diciptakannya, dia juga pernah mencetak rekor rookie tercepat yang mendapatkan denda setelah dia melanggar kecepatan di pitline.

Tahun 2007 menjadi awal bagi Vettel untuk merasakan tim baru, Scuderia Toro Rosso. Toro Rosso mendadak memecat Scott Speed dan memutuskan mengangkat Vettel menjadi pembalapnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Vettel dengan memberikan sesuatu yang berbeda. Sayangnya, hal itu tidak sejalan dengan keinginan yang diharapkan oleh Vettel. Kariernya tidak melonjak drastis.

Di tahun berikutnya, namanya justru melejit jauh dengan berbagai rekor yang dia pecahkan. Monza menjadi saksi bagaimana seorang Vettel menunjukkan kekuatannya dengan merebut pole position dan menjadi juara pada kesempatan berikutnya. Publik pun memberikan julukan Baby Schumi karena apa yang dia raih seperti dengan juara dunia tujuh kali itu capai.
More aboutVettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (III)

Vettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (II)

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: telegraph.co.uk

Vettel, seperti kebanyakan pembalap lainnya, memulai kariernya dari gokart. Dia pun meraih banyak gelar juara selama berada di gokart. Bahkan sembari membalap, dia pun tetap bersekolah seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Dia pun menuai banyak prestasi yang tidak dapat diabaikan begitu saja, baik dalam dunia balap hingga dalam dunia pendidikan.

Di tahun 2003, dia beralih menjadi seorang pembalap untuk Formula BMW Jerman dan berbagai penghargaan pun diraihnya dengan baik. Sayang, kariernya pun tidak lagi melesat ketika membalap di F3 Euroseries setelah seluruh gelar juaranya disabet oleh Lewis Hamilton. Di tahun 2006, dia ditunjuk oleh BMW untuk menjadi test-driver di BMW-Sauber.

Setahun kemudian, kariernya melonjak pesat dengan menjadi pembalap cadangan untuk BMW-Sauber setelah Jacques Villeneuve memutuskan hengkang mendadak dari Formula One dan Robert Kubica dipilih untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jacq. Hasil yang ditunjukkan olehnya pun cukup memuaskan sehingga tim memberikan kepercayaan lebih ketika Kubica cedera untuk menduduki mobil yang ditinggalkan sementara oleh Kubica.
More aboutVettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (II)

Vettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (I)

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: telegraph.co.uk

Sebastian Vettel kini menjadi salah seorang pembalap yang sangat dinantikan kelahirannya setelah Michael Schumacher memutuskan untuk pensiun. Dia punya memegang banyak gelar di usianya yang masih muda. Namanya pun semakin bersinar dengan menjadi juara dunia empat kali, rekor yang menyamai seorang Michael Schumacher.

Maka tidak mengherankan apabila dirinya disebut sebagai Baby Schumi karena gaya membalapnya yang serupa dengan Michael Schumacher. Berbagai rekor pun dipecahkan olehnya, mulai dari pembalap termuda yang pernah meraih gelar juara dunia, pembalap termuda yang pernah memimpin lomba, hingga juara dunia ganda di usianya yang begitu muda. Hal itu pula yang semakin melejitkan namanya sebagai salah seorang pembalap unggulan di dalam Formula One.

Dia mengawali kariernya membalap karena terinspirasi oleh Michael Schumacher. Dia pun mendapatkan hadiah gokart dari ayahnya yang semakin membuatnya ingin membalap. Hal yang tidak dapat dihindarinya adalah ketika sang ayah bertemu dengan Michael Schumacher dan mengatakan bahwa Vettel bisa menjadi juara dunia suatu hari nanti asalkan ada orangtua yang memberikan dukungan terhadap kariernya.
More aboutVettel, Si Muda dengan Banyak Rekor (I)

Hamilton Tak Ingin Rosberg yang Juara

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry
Sumber: autosport.com

Perseteruan antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg dalam Mercedes semakin tidak bisa dihindari. Keduanya telah terang-terangan mengakui rivalitasnya yang sama-sama tidak ingin mengalah demi tim. Mercedes pun telah membiarkan mereka berkompetisi dengan baik dalam balapan tanpa harus mengintervensi perseteruan di antara keduanya untuk menjadi juara dunia.

Rosberg dan Hamilton sebenarnya merupakan dua sekawan yang pernah bermain dalam gokart. Kini mereka bertemu dalam satu pertandingan dan dalam satu tim. Untuk itulah, Hamilton yang pernah merasakan gelar juara dunia ini semakin enggan untuk berbagi dengan Rosberg agar keduanya sama-sama pernah merasakan bagaimana menjadi juara dunia.

Hamilton pun secara terang-terangan mengakui keinginannya agar tahun ini Rosberg tidak menjadi pemenang. “Tapi secara individual, kami berdua ingin menang. Otomatis, kami harus mengalahkan satu sama lain. Saya normalnya akan mengatakan, jika gagal menang, saya ingin rekan setimlah yang menjadi kampiun. Tapi dalam kasus ini, tampaknya tidak demikian,” katanya kepada wartawan.
More aboutHamilton Tak Ingin Rosberg yang Juara

Hammy, Si Hitam di Formula One (IV)

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry
Sumber: telegraph.co.uk

Hal yang menimpa dirinya tersebut ternyata tidak menyurutkan niatnya untuk mengejar ambisi sebagai salah satu pembalap dunia, yakni dengan meraih gelar juara pertamanya pada tahun 2008. Namun, prestasi itu tidak mampu dia pertahankan sehingga hingga tahun 2012. Pada tahun itu pula dia memutuskan untuk meninggalkan McLaren dan bergabung bersama Mercedes.

Bergabung bersama Mercedes menjadi kesempatan yang tidak lagi bisa disia-siakan begitu saja olehnya. Di tahun pertamanya bersama Mercedes, dia masih mampu mempertahankan posisinya sebagai juara keempat. Namun di tahun 2014, namanya semakin melejit jauh bersama Nico Rosberg. Mereka berdua saling bergantian merebut gelar juara di setiap kompetisi yang mereka lalui. 

Di tahun itu pula, dia berhasil menjadi juara dunia untuk kedua kalinya. Sayang, hal itu tidak berlangsung dengan baik karena di tim barunya ini, dia justru berseteru dengan rekan setimnya lagi, Nico Rosberg. Bahkan Mercedes pun sampai-sampai harus membuat aturan tertulis untuk keduanya.
More aboutHammy, Si Hitam di Formula One (IV)

Hammy, Si Hitam di Formula One (III)

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry
Sumber: express.co.uk

Di Formula One, kariernya semakin melejit jauh dengan meninggalkan rekan setimnya, Fernando Alonso. Dia berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya ketika berada di GP Kanada di mana dia juga meraih pole position di sana. Hal itu merupakan sesuatu yang menakjubkan dan mengagumkan bagi seorang pembalap muda seperti Hamilton.

Namun, hal itu justru bukan menjadi hal yang baik bagi Fernando Alonso. Dia pun merasa terancam dan perseteruan di antara keduanya semakin tidak bisa dihindari. Permusuhan keduanya pun tidak bisa lagi ditutupi oleh McLaren. Sayangnya, McLaren lebih memilih Alonso hengkang dan memilih Hamilton untuk bertahan hingga akhir tahun 2012.

Isu lain yang tidak kalah keras dengan hal tersebut adalah rasisme yang menimpa dirinya. Dia sempat diejek ketika berada di GP Spanyol. Ada oknum yang menggunakan topeng hitam dan kaus hitam dengan bertuliskan "Keluarga Hamilton". Ini merupakan dampak dari perseteruannya dengan Alonso. Delapan bulan kemudian, dia mendapatkan serangan dengan nada rasisme kembali di situs online Spanyol.
More aboutHammy, Si Hitam di Formula One (III)

Hammy, Si Hitam di Formula One (II)

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry
Sumber: imaginelifestyles.com

Dia mengawali kariernya dengan bermain untuk McLaren setelah dikontrak sebagai young driver support programme. Kariernya melesat jauh dengan berhasil menjadi juara di berbagai kompetisi, seperti Formula 3 Euroseries, British Formula Championship, dan GP2. Keberhasilannya tersebut dilihat oleh Dennis sebagai kemampuan yang tidak boleh disia-siakan sehingga dia ditarik sebagai pembalap McLaren dalam Formula One.

Tahun 2007 merupakan tonggak awal bagaimana dirinya bisa bertarung dengan pembalap hebat dalam Formula One. McLaren telah menunjuk dirinya sebagai rekan Fernando Alonso yang baru saja meninggalkan Renault untuk bergabung bersama tim ini. Bahkan di debut pertamanya, dia berhasil naik ke podium sebagai juara ketiga.

Pada GP berikutnya, dia justru semakin menjadi dengan selalu berada di posisi kedua, di belakang Felipe Massa. Hal itu merupakan sebuah kejutan dan mematahkan rekor Bruce McLaren sebagai pembalap muda yang pernah berada di depan juara dunia.
More aboutHammy, Si Hitam di Formula One (II)

Hammy, Si Hitam di Formula One (I)

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry

Busi Motor Terbaik | Busi Mobil Terbaik | Automotive Chemical Industry
Sumber: bbc.co.uk

Lewis Carl Hamilton namanya. Tubuhnya kecil dan hitam, berbeda dengan pembalap Formula One pada umumnya. Namun, namanya langsung melejit jauh setelah sebuah tim yang sedang diunggulkan mendaulatnya sebagai salah satu pembalap yang kelak akan menjadi seorang yang menjuarai berbagai GP di Formula One.

Hammy, begitu biasanya dipanggil. Dia memang menjadi pembalap pertama berkulit hitam dalam ajang Formula One. Dia juga pernah menjadi pembalap termuda yang pernah meraih juara dunia sebelum dipatahkan oleh Sebastian Vettel. Kepiawaiannya dalam mengendarai mobil tidak bisa diragukan lagi.

Masa lalunya begitu kelam. Dua tahun setelah dia lahir, orangtuanya bercerai. Dia memutuskan untuk bersama ibunya sebelum kembali kepada ayahnya. Bersama sang ayah, dia menaruh minat terhadap balap mobil. Kepada Ron Dennis, bos McLaren, dia pernah mengatakan "Saya ingin membalap bersama Anda. Suatu hari nanti saya akan membalap untuk Anda."
More aboutHammy, Si Hitam di Formula One (I)

Mobil Balap Ini Hanya Selisih 5 Detik

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: tribunnews.com

Formula One masih menduduki kursi tertinggi dalam balap mobil di dunia. Kecepatannya memang tidak tertandingi lagi. Maka, tidak mengherankan apabila banyak pembalap di seluruh dunia berkompetisi untuk menjadi yang terbaik sehingga bisa membalap dengan kendaraat jet darat tercepat di dunia itu.

Namun, ada juga mobil yang tidak kalah cepatnya dengan Formula One. Hanya terpaut lima detik, GP2 Series telah disebut sebagai salah satu anak tangga yang paling dekat dengan Formula One. Mobil-mobil yang ada dalam GP2 Series ini juga hanya memiliki selisih waktu yang begitu mengesankan, yakni lima detik.

Ini dapat dibuktikan dengan selisih waktu yang diraih oleh Sebastian Vettel dari Formula One dengan Stoffel Vandoorne dari GP2 Series. Dalam perlombaan yang dilangsungkan di GP Austria, kedua pembalap tersebut hanya terpaut waktu 5 detik. Hal ini pula yang menjadikan GP2 Series sebagai salah satu balapan yang bergengsi dan patut untuk diikuti sebelum menempuh perlombaan yang sesungguhnya, Formula One.
More aboutMobil Balap Ini Hanya Selisih 5 Detik

Mercedes Mengakui Mereka Terlalu Mendominasi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: viva.co.id

Memang prestasi yang ditorehkan oleh kedua pembalap Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, tetapi tim tersebut pun tidak terlepas dari kritik yang dilontarkan dengan apa yang terjadi selama dua tahun terakhir ini. Sepanjang tahun ini, seluruh balapan mayoritas didominasi oleh kedua pembalap itu saja.

Ini pula yang membuat Formula One mendapatkan kritik keras dalam dua tahun terakhir. Banyak kalangan yang menyatakan perubahan peraturan lomba justru hanya memberikan kesempatan kepada tim Mercedes saja, sehingga sepanjang dua tahun terakhir, kompetisi menjadi tidak semenarik dahulu.

Hal itu juga disadari oleh Mercedes. Mercedes mengakui bahwa hal ini akan berdampak buruk terhadap kelanjutan dari Formula One di masa mendatang. Pasalnya, bos Mercedes, Toto Wolff sudah mengungkapkan bahwa hal ini bukanlah hal yang baik terhadap Formula One dan Mercedes. Wolff menyatakan bisa saja jika hal ini terus terjadi, Formula One akan ditinggalkan penggemarnya karena pemenang sudah dapat diketahui.
More aboutMercedes Mengakui Mereka Terlalu Mendominasi

Semua Ini Bukan Salah Mercedes

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: sidomi.com

Formula One sedang mendapatkan kritikan yang keras terhadap penyelenggaraannya yang dianggap hanya berpihak pada Mercedes. Mercedes dianggap terlalu banyak memberikan dominasi di setiap lomba sehingga hanya kedua pembalapnya saja yang berhasil menjadi yang terbaik dalam setiap GP yang digelar sepanjang musim ini.

Hal ini menunjukkan adanya permasalahan yang serius terhadap tim-tim di Formula One. Bahkan baru-baru ini, Red Bull telah mengeluarkan ancaman keluar dari Formula One terhadap penyelenggaraan yang tidak lagi menciptakan kompetisi yang serius dan seru seperti tahun-tahun sebelumnya. Direktur Formula One, Bernie Eclesstone, angkat bicara soal hal ini.

"Bukan salah Mercedes jika Formula One membosankan dalam dua tahun terakhir," katanya dalam jumpa pers dengan wartawan. Dia juga menekankan bahwa banyak tim yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan mobilnya lebih, tetapi tidak memanfaatkannya sehingga mereka lebih sibuk untuk menyalahkan penyelenggara dan tim lain.
More aboutSemua Ini Bukan Salah Mercedes

Alonso Hengkang Karena Tak Lagi Memiliki Motivasi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: detik.com

Sang juara dunia dua kali, Fernando Alonso, akhirnya buka suara mengenai alasan kepindahannya ke McLaren dari tim yang juga membantu membesarkan namanya, Ferrari. Hal itu tidak terlepas dari motivasi yang hilang selama dirinya berada di Ferrari.

Alonso mengakui dirinya merasa frustasi dengan motivasinya yang hilang selama dia berada di Ferrari. Lima tahun bersama tim kuda jingkrak tersebut, Alonso tidak berhasil sekali pun untuk menjadi juara dunia. Hal terbaik yang pernah dilakukannya selama bersama Ferrari hanyalah menjadi Runner Up dalam tiga musim. Hal yang tidak kalah membuatnya semakin terpuruk adalah kehadiran Sebastian Vettel dalam lomba jet darat tersebut.

"Saya kehilangan motivasi tahun lalu," katanya dalam sebuah wawancara dengan sebuah situs berita. Sayangnya, kepindahan Alonso ke McLaren ternyata tidak juga berbuah manis. Yang terjadi malah sebaliknya, di tim barunya ini dia tidak berhasil mendulang satu angka pun. Bahkan dalam empat balapan terakhir, dia gagal menempuh garis finish.
More aboutAlonso Hengkang Karena Tak Lagi Memiliki Motivasi

Ratu Elizabeth Pun Menegur Hamilton

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: okezone.com

Lewis Hamilton, pembalap Mercedes asal Inggris, memang selalu tampil menakjubkan dalam setiap lomba yang dilangsungkan di Formula One. Namun, prestasi yang gemilang tersebut tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh orang nomor satu di Inggris, Ratu Elizabeth II.

Pada acara makan siang yang diselenggarakan oleh Buckingham Palace, Hamilton pun tidak menyangka jika Ratu Elizabeth akan menegurnya. Namun, bukan soal prestasi yang menjadi permasalahan sang ratu, melainkan mengenai bagaimana seorang Hamilton berbicara. Hamilton pun mengakui bahwa dirinya sempat ditegur oleh Ratu Elizabeth II.

Hamilton mengakui kepada wartawan bahwa dirinya ditegur oleh sang ratu mengenai cara berbicaranya, apakah pantas dirinya berbicara seperti itu. Namun, teguran itu tidak membuatnya sakit hati. Pembalap usia 30 tahun itu bisa melanjutkan pembicaraan dengan orang nomor satu di Inggris dengan santai dan seakan tidak ada permasalahan di antara mereka berdua.
More aboutRatu Elizabeth Pun Menegur Hamilton

Todt: Kami Tidak Butuh Perubahan Besar

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: autoevolution.com

Formula One sedang mendapatkan kritik yang besar terhadap penyelenggaraan balap jet darat yang dianggap semakin membosankan tersebut. Bahkan, banyak kalangan yang menganggap bahwa Formula One sedang menderita penyakit kanker yang harus disembuhkan segera.

Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt menyatakan bahwa pengibaratan sakit kanker untuk penyelenggaraan Formula One merupakan sesuatu yang berlebihan. Todt mengungkapkan saat ini Formula One hanyalah sedang dalam kondisi sakit kepala dan sedang dalam proses penyembuhan.

Terhadap santernya isu perubahan dalam lomba jet darat tersebut, Todt menampiknya. Dia mengatakan bahwa saat ini Formula One belum membutuhkan perubahan-perubahan besar yang dihadapkan pada kenyataan sepinya penyelenggaraan Formula One dari tahun ke tahun.
More aboutTodt: Kami Tidak Butuh Perubahan Besar

Alonso dan Raikkonen Bingung Penyebab Tabrakan

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Pembersih Rantai Motor Terbaik | Chain Lube
Sumber: detik.com

Insiden yang melibatkan kedua pembalap unggulan Formula One, Kimi Raikkonen dan Fernando Alonso masih menyisakan tanda tanya besar di antara keduanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mobil Alonso dan Raikkonen sehingga keduanya bisa bertabrakan semengerikan itu?

Ketika ditanya oleh wartawan, keduanya pun bingung untuk menyebutkan alasannya. "Mungkin Kimi sedang masuk ke gigi lima, tetapi kehilangan kendali, "Alonso mencoba untuk menjelaskannya kepada wartawan mengenai kejadian tersebut. Sementara Kimi tidak menjawab apa pun tentang kejadian yang hampir membunuhnya itu.

"Sebenarnya itu lokasi yang agak aneh , cukup jauh dari tikungan. Apakah itu karena salah saya atau bukan, pada akhirnya hasilnya tetap sama," kata Raikkonen seperti yang dikutip dari detik.com.
More aboutAlonso dan Raikkonen Bingung Penyebab Tabrakan