Showing posts with label Produk Perawatan Mobil. Show all posts
Showing posts with label Produk Perawatan Mobil. Show all posts

Mempertanyakan Nasib The Ice Man

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: bbc.com

Nasib Kimi Raikkonen tentang kontraknya akan diperpanjang atau tidak oleh Scuderia Ferrari ditentukan dari hasil yang dicapainya saat berada di Sirkuit Silverstone, GP Inggris akhir pekan ini. Bagi Kimi, ini akan menjadi partai hidup-mati untuk menentukan masa depannya apakah masih akan bertahan di Formula One atau justru undur diri lebih cepat untuk yang kedua kalinya.

Di sirkuit ini pula, lima belas tahun yang lalu, dia menjadi salah seorang pembalap Formula One yang mengawali kariernya. Raikkonen pun masih memiliki tanggung jawab yang cukup besar hingga musim mendatang. Nasibnya kini pun masih bergantung pada keberhasilannya menjadi juara pada perlombaan yang akan datang.

Sergio Marchionne, Presiden Ferrari, pun angkat bicara,"Sebenarnya nasib Kimi berada pada tangannya sendiri." Kimi pun seakan tidak peduli dengan kontraknya bersama Ferrari diperpanjang atau tidak setelah seorang wartawan menyanyakan hal ini. "Silakan tulis yang kamu suka saja," katanya.
More aboutMempertanyakan Nasib The Ice Man

Ferrari Mengkritik Red Bull

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: bbc.com

Keinginan Red Bull untuk keluar dari arena balap jet darat nomor satu di dunia, Formula One, telah mendapat kritik dari Maurizio Arrivabene, bos Ferrari. Arrivabene mengatakan,"Mudah untuk mengatakan jika Anda sudah menjadi juara dunia empat kali, tetapi Anda akan mengeluh sulit jika Anda belumlah menang."

Keinginan Red Bull keluar dari Formula One disebabkan kompetisi dirasa oleh sang bos, Dietrich Mateschitz, tidak lagi semenarik dulu. Apalagi Red Bull juga akan ditinggalkan oleh Renault pada musim mendatang karena mesin yang dibuat oleh Renault tidak lagi mampu memberikan kompetisi yang lebih serius dan mampu bersaing dengan tim papan atas seperti Mercedes dan Ferrari.

"Mungkin saja Anda akan menang, kemudian akan kalah pada tahun-tahun berikutnya. Itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam balapan," kata Arrivabene menanggapi tindakan Mateschitz.
More aboutFerrari Mengkritik Red Bull

The Ice Man yang Telah Meleleh (IV)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Sumber: dailymail.co.uk

Lantas apa yang dilakukannya selama ini setelah meninggalkan Formula One? Dia memutuskan untuk bergelut dalam NASCAR dan World Rally Championship. Berbagai keberhasilan pun tidak dia torehkan. Keputusan untuk keluar dari Formula One menjadi sebuah hal yang pahit yang dilakukan oleh The Ice Man. 

Namun kesempatan lain ditorehkannya untuk kembali ke Formula One. Di kedua kalinya dia bergabung dalam Formula One, sebuah tim baru bernama Lotus telah memutuskan untuk menjadikan Kimi sebagai pembalapnya. Kesempatan itu tidak disia-siakannya karena performanya pun semakin membaik. Dua tahun bersama Lotus pun menjadi momen yang berharga bagi Kimi untuk kembali ke Formula One.

Lantas itu pula yang membuat Ferrari kembali meminangnya pada tahun 2014. Namun, hasilnya justru lebih buruk karena performa mobil Ferrari tidak kunjung membaik. Dari berbagai lomba yang dilangsungkan pada musim itu, dia hanya bisa meraih 55 poin. Ini menjadi salah satu catatan terburuk yang pernah ditorehkannya. Kini, di musim yang sama, dia pun berekanan dengan Sebastian Vettel, pembalap Jerman yang disebut-sebut sebagai Baby Schumi.
More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (IV)

The Ice Man yang Telah Meleleh (III)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: telegraph.co.uk

Di tahun keduanya bersama McLaren, Kimi semakin menjadi pembalap yang menunjukkan dirinya bahwa dia memang layak untuk disebut sebagai pembalap sejati. Dia berhasil menjadi Runner Up di bawah Michael Schumacher. Selisih nilai yang didapati Kimi dan Schumacher pun hanya 2 poin yang menjadikan dia sebagai salah satu pembalap yang diminati oleh Ferrari di tengah gaung Schumacher yang akan pensiun.

Di tahun prestasinya menurun drastis, sementara Scuderia Ferrari semakin banyak menjuarai GP dan mengantar Schumacher untuk menjadi juara ketujuh kalinya. Namun, di tahun berikutnya The Ice Man kembali ke posisi yang diharapkan, yakni mampu memberikan persaingan yang ketat dengan Schumacher.  Ini pula yang membuat Jean Todt, bos Ferrari, semakin ingin meminang Kimi sebagai pembalapnya. Namun, sayang, Todt masih menghargai Schumacher untuk menjadi pembalapnya dan menghormatinya sehingga keinginan itu ditundanya hingga Schumacher memutuskan untuk pensiun di tahun 2006.

Tahun 2007 menjadi kesempatan emas yang ditorehkan oleh Todt dan Kimi setelah Schumacher memutuskan untuk pensiun. Ini pula yang dinantikan oleh Kimi selama ini: menjadi juara dunia bersama Ferrari. Keinginan itu pun terwujud penuh dengan keberhasilan di tahun pertamanya bersama Ferrari. Dia menunjukkan performa yang luar biasa. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena di tahun berikutnya dia hanya berhasil berada di posisi ketiga dan tahun berikutnya dia pun keluar dari dunia Formula One.
More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (III)

The Ice Man yang Telah Meleleh (II)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: automobilsport.com
Sauber menemukan bakat yang dimiliki oleh Kimi untuk menjadi seorang pembalap begitu besar. Untuk itu, di tahun 2001, Sauber memutuskan agar Kimi bergabung bersamanya untuk menjajal kekuatan mobil balap yang diimpikan setiap orang yang menyukai ajang balap, Formula One. Ini merupakan kesempatan yang begitu langka yang didapatinya sebagai seorang pembalap profesional.

GP Australia menjadi bukti yang kuat baginya untuk menunjukkan performanya. Tidak ada yang pernah menyangka jika dia berhasil mendapatkan poin di sana meskipun dia bukanlah seorang pembalap yang diunggulkan. Itu pula yang dilirik oleh bos McLaren, Ron Dennis, bahwa Kimi bisa besar bersama timnya kelak. Dengan alasan itulah, Kimi ditarik ke McLaren untuk mendulang prestasi yang lebih jauh lagi.

Kimi memang bukanlah pembalap yang spesial, tetapi kemampuannya dalam setiap balapan menjadi hal yang patut dipuji. Mengawali kariernya di McLaren bersama sang juara dunia, Mika Hakkinen, Kimi menjadi belajar banyak mengenai dunia balap yang sesungguhnya. Di sini, dia bermitra dengan David Coulthard yang kelak menjadi musuh bebuyutannya dalam setiap balapan yang dilakoninya.
More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (II)

The Ice Man yang Telah Meleleh (I)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: theguardian.co.uk

Namanya melambung dengan menjadi juara dunia di tahun 2007. Dia juga menjadi rival yang begitu kuat bagi Michael Schumacher. Namanya memang sempat digadang-gadang menjadi pengganti sang juara dunia tujuh kali tersebut, tetapi Jean Todt menyatakan Ferrari tetap akan berbeda tanpa adanya Michael Schumacher. Butuh sembilan musim untuk dia menjadi salah satu pembalap terbaik dalam ajang jet darat tesebut.

Namanya adalah Kimi Raikkonen. Namun dia mendapat julukan sebagai The Ice Man karena dia dikenal sebagai sosok yang dingin oleh bos McLaren di masa itu, Ron Dennis. Namun, sebenarnya dia bukanlah sedingin yang orang-orang kira. Justru sebaliknya, Kimi begitu berapi-api saat perlombaan.

Mengawali kariernya sebagai seorang pembalap karting nasional di tahun 1999. Kariernya semakin melonjak dengan berbagai kesempatan di mana dia bisa merasakan kekuatan mobil balap. Dia pernah membalap dalam ajang British Renault Championship, sebuah ajang balap yang akhirnya mempertemukan dirinya dengan Felipe Massa, rekan kerjanya di Ferrari kelak.


More aboutThe Ice Man yang Telah Meleleh (I)

Mobil Balap Ini Hanya Selisih 5 Detik

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: tribunnews.com

Formula One masih menduduki kursi tertinggi dalam balap mobil di dunia. Kecepatannya memang tidak tertandingi lagi. Maka, tidak mengherankan apabila banyak pembalap di seluruh dunia berkompetisi untuk menjadi yang terbaik sehingga bisa membalap dengan kendaraat jet darat tercepat di dunia itu.

Namun, ada juga mobil yang tidak kalah cepatnya dengan Formula One. Hanya terpaut lima detik, GP2 Series telah disebut sebagai salah satu anak tangga yang paling dekat dengan Formula One. Mobil-mobil yang ada dalam GP2 Series ini juga hanya memiliki selisih waktu yang begitu mengesankan, yakni lima detik.

Ini dapat dibuktikan dengan selisih waktu yang diraih oleh Sebastian Vettel dari Formula One dengan Stoffel Vandoorne dari GP2 Series. Dalam perlombaan yang dilangsungkan di GP Austria, kedua pembalap tersebut hanya terpaut waktu 5 detik. Hal ini pula yang menjadikan GP2 Series sebagai salah satu balapan yang bergengsi dan patut untuk diikuti sebelum menempuh perlombaan yang sesungguhnya, Formula One.
More aboutMobil Balap Ini Hanya Selisih 5 Detik

Mercedes Mengakui Mereka Terlalu Mendominasi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: viva.co.id

Memang prestasi yang ditorehkan oleh kedua pembalap Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, tetapi tim tersebut pun tidak terlepas dari kritik yang dilontarkan dengan apa yang terjadi selama dua tahun terakhir ini. Sepanjang tahun ini, seluruh balapan mayoritas didominasi oleh kedua pembalap itu saja.

Ini pula yang membuat Formula One mendapatkan kritik keras dalam dua tahun terakhir. Banyak kalangan yang menyatakan perubahan peraturan lomba justru hanya memberikan kesempatan kepada tim Mercedes saja, sehingga sepanjang dua tahun terakhir, kompetisi menjadi tidak semenarik dahulu.

Hal itu juga disadari oleh Mercedes. Mercedes mengakui bahwa hal ini akan berdampak buruk terhadap kelanjutan dari Formula One di masa mendatang. Pasalnya, bos Mercedes, Toto Wolff sudah mengungkapkan bahwa hal ini bukanlah hal yang baik terhadap Formula One dan Mercedes. Wolff menyatakan bisa saja jika hal ini terus terjadi, Formula One akan ditinggalkan penggemarnya karena pemenang sudah dapat diketahui.
More aboutMercedes Mengakui Mereka Terlalu Mendominasi

Semua Ini Bukan Salah Mercedes

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: sidomi.com

Formula One sedang mendapatkan kritikan yang keras terhadap penyelenggaraannya yang dianggap hanya berpihak pada Mercedes. Mercedes dianggap terlalu banyak memberikan dominasi di setiap lomba sehingga hanya kedua pembalapnya saja yang berhasil menjadi yang terbaik dalam setiap GP yang digelar sepanjang musim ini.

Hal ini menunjukkan adanya permasalahan yang serius terhadap tim-tim di Formula One. Bahkan baru-baru ini, Red Bull telah mengeluarkan ancaman keluar dari Formula One terhadap penyelenggaraan yang tidak lagi menciptakan kompetisi yang serius dan seru seperti tahun-tahun sebelumnya. Direktur Formula One, Bernie Eclesstone, angkat bicara soal hal ini.

"Bukan salah Mercedes jika Formula One membosankan dalam dua tahun terakhir," katanya dalam jumpa pers dengan wartawan. Dia juga menekankan bahwa banyak tim yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan mobilnya lebih, tetapi tidak memanfaatkannya sehingga mereka lebih sibuk untuk menyalahkan penyelenggara dan tim lain.
More aboutSemua Ini Bukan Salah Mercedes

Alonso Hengkang Karena Tak Lagi Memiliki Motivasi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: detik.com

Sang juara dunia dua kali, Fernando Alonso, akhirnya buka suara mengenai alasan kepindahannya ke McLaren dari tim yang juga membantu membesarkan namanya, Ferrari. Hal itu tidak terlepas dari motivasi yang hilang selama dirinya berada di Ferrari.

Alonso mengakui dirinya merasa frustasi dengan motivasinya yang hilang selama dia berada di Ferrari. Lima tahun bersama tim kuda jingkrak tersebut, Alonso tidak berhasil sekali pun untuk menjadi juara dunia. Hal terbaik yang pernah dilakukannya selama bersama Ferrari hanyalah menjadi Runner Up dalam tiga musim. Hal yang tidak kalah membuatnya semakin terpuruk adalah kehadiran Sebastian Vettel dalam lomba jet darat tersebut.

"Saya kehilangan motivasi tahun lalu," katanya dalam sebuah wawancara dengan sebuah situs berita. Sayangnya, kepindahan Alonso ke McLaren ternyata tidak juga berbuah manis. Yang terjadi malah sebaliknya, di tim barunya ini dia tidak berhasil mendulang satu angka pun. Bahkan dalam empat balapan terakhir, dia gagal menempuh garis finish.
More aboutAlonso Hengkang Karena Tak Lagi Memiliki Motivasi

Ratu Elizabeth Pun Menegur Hamilton

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: okezone.com

Lewis Hamilton, pembalap Mercedes asal Inggris, memang selalu tampil menakjubkan dalam setiap lomba yang dilangsungkan di Formula One. Namun, prestasi yang gemilang tersebut tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh orang nomor satu di Inggris, Ratu Elizabeth II.

Pada acara makan siang yang diselenggarakan oleh Buckingham Palace, Hamilton pun tidak menyangka jika Ratu Elizabeth akan menegurnya. Namun, bukan soal prestasi yang menjadi permasalahan sang ratu, melainkan mengenai bagaimana seorang Hamilton berbicara. Hamilton pun mengakui bahwa dirinya sempat ditegur oleh Ratu Elizabeth II.

Hamilton mengakui kepada wartawan bahwa dirinya ditegur oleh sang ratu mengenai cara berbicaranya, apakah pantas dirinya berbicara seperti itu. Namun, teguran itu tidak membuatnya sakit hati. Pembalap usia 30 tahun itu bisa melanjutkan pembicaraan dengan orang nomor satu di Inggris dengan santai dan seakan tidak ada permasalahan di antara mereka berdua.
More aboutRatu Elizabeth Pun Menegur Hamilton

Misteri Kematian Gilles Belum Terungkap (II)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: gizmos.es

Sejak saat itulah, perseteruan di antaranya kemudian semakin deras. Termasuk dalam perlombaan di GP Belgia. Dalam sesi kualifikasi, Pironi melaju lebih cepat daripada Gilles. Gilles pun merasa panas dengan kemenangan Pironi itu. Lantas, Gilles selalu berusaha mengejar Pironi dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan selisih 0,1 detik tersebut.

Sayangnya, nasib beruntung bukan milik Gilles. Gilles harus merenggang nyawa setelah mobilnya menyerepmet mobil milik Jochen Mass yang sudah didahuluinya. Mobil itu pun langsung terbang dan jatuh terguling berkali-kali. Gilles yang masih berada di dalam mobil pun terjebak. Sabuk pengaman masih terpasang, tetapi helm yang dikenakannya justru terlepas.

Para pembalap yang melintasi Gilles pun berhenti untuk memberikan pertolongan pertama. Gilles ditemukan dalam wajah yang sudah membiru. 35 detik kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan Gilles yang sudah mengalami patah tulang leher itu. Gilles sudah tidak bernapas tetapi masih ada denyut nadinya. Kemudian dia dilarikan ke rumah sakit dan masih bernapas lewat bantuan alat. Sang istri, Joann, meminta dokter untuk mencabut alat tersebut dan beberapa jam kemudian Gilles meninggal.

Masih menjadi pertanyaan, apakah memang benar ini kecelakaan murni atau memang ada skenario di balik itu semua?
More aboutMisteri Kematian Gilles Belum Terungkap (II)

Misteri Kematian Gilles Belum Terungkap (I)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: didierpironi.net

Kisah pilu terjadi pada tanggal 8 Mei 1982 di mana Ferrari harus kehilangan sosok seorang pembalap yang hebat dalam berkompetisi, Gilles Villeneuve, di sirkuit Zolder, Belgia. Banyak yang menyatakan kematian Gilles memang murni kecelakaan tunggal, sementara masih banyak pihak yang menyakini ada misteri yang harus dijawab atas kematian Gilles di tengah perseteruannya dengan rekan setimnya di Ferrari, Didier Pironi.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1982 di mana seluruh tim balap mobil dalam Formula One terbagi menjadi dua kubu, FISA dan FOCA. Lantas, kubu yang hanya akan bertanding adalah FISA, di mana tim terkuatnya hanyalah Renault dan Ferrari. Peluang juara di GP mendatang semakin terbuka lebar bagi Didier Pironi dan sang senior di Ferrari tersebut.

Lantas, dengan mundurnya dua pembalap Renault, di lintasan yang tersisa hanyalah pembalap Ferrari. GP San Marino pun menjadi sirkuit yang tak lagi seru, kemudian muncullah team order agar Pironi dan Gilles saling salip-menyalip satu sama lain agar perlombaan menjadi lebih meriah. Sayangnya, Pironi menyalip Gilles di lap terakhir yang membuat Gilles menjadi marah besar. Sejak saat itulah, Gilles tidak lagi menganggap Pironi sebagai rekan setim yang baik.
More aboutMisteri Kematian Gilles Belum Terungkap (I)

Gilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (III)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: f1-facts.com

Gilles mengawali debutnya bersama Ferrari di kandangnya sendiri, GP Kanada. Di sini, dia dipercaya untuk menggantikan Niki Lauda yang mendadak hengkang dari Ferrari. Dalam balapan pertama ini, dia hanya berhasil finish di posisi ke-12 setelah mobilnya tergelincir terkena tumpahan oli. Bahkan pada GP berikutnya di Jepang, mobil yang dikendarai Gilles harus mendarat di tribun penonton dan menewaaskan satu orang.

Di tahun berikutnya, justru menjadi tahun yang berat bagi Gilles. Isu akan didepaknya Gilles semakin kencang setelah kekalahan bertubi-tubi yang diraihnya. Namun, Enzo memutuskan agar Gilles tetap bertahan bersama Ferrari setidaknya satu musim lagi untuk memberikannya kesempatan berkembang bersama tim balap nomor satu di Formula One tersebut. Di akhir musim, Gilles menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih gelar juara di rumahnya sendiri.

Tahun 1979 menjadi ajang yang mengerikan bagi Gilles. Dia pun berani untuk menantang sang juara di musim itu, Rene Arnoux. Bahkan dia pun tidak segan untuk bermusuhan dengan rekan setimnya sendiri, Jody Scheckter. Namun, di tahun 1982, dia harus mengakhiri balapan dengan sangat tragis, yakni kecelakaan di Belgia menjelang balapan di saat dia berada di puncak keemasannya.
More aboutGilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (III)

Gilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (II)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: petrolicious.com

Teddy Mayer, sang bos McLaren, yang menemukan talenta yang muncul dalam diri seorang Gilles Villeneuve. Ini berlangsung ketika dalam sebuah balapan non-Formula, Gilles berhasil menyalip pembalap McLaren saat itu, James Hunt. Kemampuan itulah yang membuat Teddy ingin membawa Gilles ke arena balap Formula One.

Dia pun dipercaya untuk membalap. Andai saja mobilnya tidak mengalami kerusakan, mungkin saja dia bisa berhasil finish pada posisi yang lebih baik daripada P-11. Gilles pun mendapatkan banyak pujian dari keberhasilannya tersebut. Namun, Teddy pun langsung memutus kontraknya dengan Gilles setelah GP Inggris berakhir karena dia beralasan Gilles terlalu mahal.

Enzo Ferrari pun menyadari bahwa Gilles bisa berkembang bersamanya. Untuk itulah, Enzo mengundang Gilles ke Italia untuk bertanya kesediaannya membalap bersama Ferrari. Gayung pun bersambut, Gilles mendapatkan tim baru yang menjadi salah satu primadona para pembalap Formula One, Scuderia Ferrari.
More aboutGilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (II)

Gilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (I)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: flatout.com.br

Andai saja kecelakaan tidak merenggut nyawa seorang Gilles Villeneuve, pasti dia bisa menjadi juara dunia seperti sang anak. Sayangnya, nasib berkata lain setelah kematian yang misterius itu. Gilles harus merelakan gelar juaranya jatuh ke tangan pembalap lain, sementara nyawanya harus terbang entah ke mana.

Pembalap asal Kanada ini memang menjadi salah satu pembalap yang paling ditunggu dalam setiap perlombaan. Sejak usia remaja, dia sudah mampu mengendarai mobilnya dengan apik. Di tahun 1967, dia mulai mengendarai mobil balap pertamanya, Ford Mustang. Mobil tersebut merupakan mobil modifikasi yang dibentuknya sendiri.

Faktor finansial menjadi alasan tersendiri mengapa Gilles baru mampu menembus dunia balap dalam usia yang tidak lagi muda. Balap juga yang menjadi mata pencarian dia selama ini. Sampai akhirnya McLaren melihat talentanya yang besar dalam membalap dan memutuskannya untuk menjadikan salah satu pembalap unggulan di Formula One.
More aboutGilles Villeneuve, Sosok Inspirator Jacq (I)

Montoya Menjadi Pembalap Formula One Dari Sang Ayah (II)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: wikipedia.org

Bergabung dengan Williams pun tidak disia-siakan olehnya. Bermain di Italia, dia berhasil mendulang kemenangan pertamanya bersama Williams. Pada musim berikutnya, Williams dengan pembalap yang diinspirasi oleh ayahnya ini, berhasil memberikan kompetisi yang menarik dan luar biasa dengan Ferrari, tim balap yang paling dinantikan oleh para pecinta Formula One.

Namun, di tahun berikutnya, Williams tidak lagi memberikan kompetisi yang gemilang. Montoya pun tidak berhasil mendulang berbagai kemenangannya. Sebaliknya, isu keluarnya Montoya dari Williams pun semakin besar. Untuk itu, di tahun 2005, Montoya memutuskan untuk bergabung dengan McLaren. Hanya dua musim bersama McLaren, Montoya memutuskan untuk keluar dari arena balap Formula One,

Di tahun 2006, dia bermain dalam kompetisi NASCAR. Di sinilah dia kembali bertemu dengan rival bebuyutannya yang membuatnya gagal dalam merebut juara pertamanya di Formula One, Jacques Villeneuve. Kini, dia pun bermain di Indianapolis 500 bersama Team Penske. 
More aboutMontoya Menjadi Pembalap Formula One Dari Sang Ayah (II)

Montoya Menjadi Pembalap Formula One Dari Sang Ayah (I)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: espn.go.com

Nama Juan Pablo Montoya bagi rakyat Kolombia bukanlah sesuatu yang tidak patut tidak dikenang. Justru karena dialah, Kolombia sempat disegani karena memiliki pembalap andal di lintasan balap Formula One. Namun, Montoya yang bisa seperti ini bukanlah terlepas dari peranan sang ayah yang selalu menginspirasinya.

Montoya mengawali kariernya di dalam dunia balap ketika dia berusia 17 tahun. Dia memulai kariernya sebagai pembalap junior. Kemudian di tahun berikutnya, dia sempat menjadi test driver untuk Williams. Namun, karena Williams lebih memilih Alessandro Zanardi sebagai pembalapnya, Montoya bermain di IndyCar. Di sini pun dia menuai prestasi gemilang yang sulit untuk dikalahkan, yakni rookie pertama yang sukses mencatat prestasi tersebut.

Pada tahun 2001, dia mewujudkan impiannya sebagai pembalap Formula One. Bergabung dengan Williams, dia berhasil menyalip sang juara dunia yang sangat ditakuti, Michael Schumacher. Prestasi itu yang benar-benar akan selalu dia ingat. Namun, sayangnya, dia gagal untuk kembali ke sirkuit setelah Jan Verstappen menabrak mobilnya.
More aboutMontoya Menjadi Pembalap Formula One Dari Sang Ayah (I)

Rubens Barrichello, Pembalap F1 Tak Bergelar (V)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: bbc.co.uk

Merasa gagal di IndyCar, dia pun sempat diisukan akan kembali ke Formula One. Namun, dia pun menepis pernyataan tersebut dan lebih memilih kembali ke Brazil untuk bermain di Stock Car Brazil. Di sini pun dia mengawali kariernya menjadi pembalap tamu yang bermain dengan orang-orang Brazil yang menjadikan ajang yang dinantikan di tahun 2012.

Setahun sesudahnya, dia justru bermain di Stock Car Brazil dan 24 Hour of Daytona. Di Stock Car Brazil di tahun 2013, dia hanya berhasil meraih posisi kedelapan. Namun, setahun sesudahnya, dia berhasil menjadi juara dalam ajang yang sama.

Kini, Barrichello pun lebih memilih untuk bermain di Stock Car Brazil. Di tahun 2015 ini, dia pun menyempatkan diri untuk kembali bermain di 24 Hour of Daytona, tetapi tidak lagi menjadi juara. Rubens Barrichello pun masih menduduki posisi ketiga dalam Stock Car Brazil yang masih berlangsung hingga saat ini.
More aboutRubens Barrichello, Pembalap F1 Tak Bergelar (V)

Rubens Barrichello, Pembalap F1 Tak Bergelar (IV)

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: wikipedia.org

Berharap mendapatkan hasil yang memuaskan di Honda, justru membuat Barrichello semakin terpuruk. Dia merasa tidak nyaman dengan mobil yang dikendarainya. Selain itu, mobil Honda pun juga tidak mampu untuk memberikan apa yang dia inginkan. Untuk itu pula, Barrichello memilih untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Jenson Button di tahun 2008.

Kebangkitan Brawn GP pun menjadi kesempatan yang sulit untuk dilupakan oleh Barrichello. Di tahun 2009, dia sempat disebut-sebut sebagai pengganti Ayrton Senna. Namun, hanya bertahan satu musim tanpa pernah bisa merasakan gelar juara dunia, meski hasil yang didapatinya jauh lebih memuaskan daripada apa yang ditorehkannya selama dua musim di Honda.

Dia pun berlalu ke Williams selama dua tahun. Berada di Williams justru membuatnya semakin terpuruk. Posisinya hanya berada di 10 dan 17 selama dua musim yang dilaluinya. Alhasil, dia pun undur diri dari Formula One dan kini mengendarai IndyCar, sebuah balap mobil dari Amerika Serikat. Namun, hasilnya sama saja, dia tidak bisa menjadi juara. 
More aboutRubens Barrichello, Pembalap F1 Tak Bergelar (IV)